Maturity Models di suatu Organisasi

Artikel saya hari ini akan berfokus pada Maturity & Process Improvement Model. Pada kalangan bisnis sekarang ini diseluruh dunia berfokus pada bagaimana meningkatkan kualitas, mengurangi biaya produksi dan mengurangi waktu antar.Mereka juga mencari bagaimana caranya untuk mencapai kemajuan lebih dulu dibanding yang lain misalnya dengan memegang sertifikasi semacam ISO, CMM/CMMI, PCMM, ITIL, COPC, dll. Tetapi tetap saja mereka kurang begitu sukses, alasan utamanya adalah karena organisasi itu telah gagal untuk melihat bisnis secara keseluruhan. Mereka hanya berfokus pada development process atau business transaction process atau fungsi specific pada bisnis tersebut, bukan pada keseluruhan.

Process maturity adalah sebuah indikasi bagaimana  suatu proses development menjadi komplit dan mampu menangani improvement melalui qualitative measures dan feedback. Bisa pula dikatakan bahwa maturity model adalah jalan untuk mengevaluasi seberapa baik management process itu.

Target dari level maturity tergantung dari beberapa hal , antara lain :

  • Ketergantungan terhadap IT.
  • Kecanggihan Technology.
  • Informasi yang berharga.

Model tersebut akan membantuk para professional untuk menjelaskan ke pada manager tujuan jangka pendek dan menentukan tujuan.

Maturity process terdiri dari 5 level yaitu

0 – Non Existent

Tidak ada process yang bisa dikenali

Organisasi bahkan tidak aware terhadap adanya issue.

1-Initial

Organisasi telah mengenali adanya issue dan bersiap untuk mencapai tujuannya.

Masih belum ada proses yang menjadi standard.

Pendekatannya terpisah dan tidak konsisten

2-Repeatable

Proses dibangun melalui percobaan trial an error

Tidak ada training formal atau komunikasi yang dibangun

Sangat tergantung kepada perorangan.

3-Defined

Prosedur sudah ada standarnya dan terdokumentasi

Adanya training / pelatihan.

Latihan latihan sudah menjadi bagian formal.

4-Managed

Latihan sudah di di monitor untuk bisa diukur compliance nya

5-Optimised

Proses selalu di evaluasi untuk mendapatkan best practice

IT digunakan untuk proses automatisasi workflow, meningkatkan kualitas, efektifitas dan adaptasi.

Dibawah ini diagram maturity level snapshot.m1

Dibawah ini questioner untuk melihat level maturity didalam suatu organisasi .m2

Demikian sharing saya hari ini , semoga bisa memberikan pencerahan. Tetap kunjungi blog saya di http://edysusanto.com untuk artikel lainnya.


Referensi :

http://en.wikipedia.org/wiki/Capability_Maturity_Model

http://www.isixsigma.com/methodology/business-process-management-bpm/process-maturity-model-can-help-give-business-edge/

www.simplilearn.com,CISA

Edy Susanto|IT Konsultan
Visit Website

  • Edy Susanto Has Completed Training |CISA|CISM|RHCA|RHCE|CWNA|CWNE|CISSP|ISSEP|VCP DV|CEH|ECSA|CSSA|HEROWARE|SURELINE|QLIKVIEW|ITILv3|COBIT5|CSSGB|CTFL|OSCP|Lean Management |
  • Attenzione ! Attention !

    Segala yang artikel yang saya tulis ditujukan dalam rangka pembelajaran, mohon digunakan sebijaksana mungkin. Saya tidak bertanggung jawab apabila ada artikel yang disalah gunakan untuk kepentingan diluar mencerdaskan kehidupan bangsa.