Kiat Memotret Binatang (Liar)

Okey..kai ini saya akan menshare tips tips berdasar pengalaman dan hasil beberapa referensi yang berhasil saya kumpulkan serta praktekkan sebagai fotographer amatir untuk memotret binatang ( liar), hehehe gak harus liar sebenarnya sih, boleh saja ayam, kucing, anjing dsb tapi bukan makro ya, kalau makro ada caranya tersendiri.

Yang paling penting dalam memotret satwa liar adalah focus bidikan, focus bidikan ini haruslah di arahkan ke matanya, kalau bagian matanya buram ya dijamin hasil fotonya pun pasti gak bagus. Meskipun yang kita sasar adalah binatang yang lagi bergerak, tetap saja kita harus bisa memastikan bahwa matanya adalah dalam focus bidikan kita.

“Meskipun semua bagian tubuhnya yang lain tampak bluer, asalkan anda tetap mempertahankan matanya tack sharp, anda akan menghasilkan foto yang hebat “ –Scoot Kelby.

Hal yang lain adalah kalau kita mencrop foto itu sisakan ruang agar hasil foto itu tidak terlalu “ketat” membingkai hasil buruan kita, karena ini akan menyebabkan foto itu tampak kaku dan kurang bisa bercerita, foto itu akan tampak “janggal”.

Bandingkan foto dibawah ini ( saya kasih gambar kucing saja ya) / anggap saja ini kucing liar , hehhehee :

1.Fokus di Mata :

DSC_0289-2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2. Tidak Fokus :

DSC_0288

Gimana ? Kesannya beda kan ya ? Perhatikan matanya..:)

Ya tentu saja kita juga harus menggunakan lensa tele, kalau enggak ya susah juga kan kalau hewan liar begitu di dekati bisa kabur sebelum kita berhasil membidiknya. Lagian ini berbahaya kalau anda juga berani berani mendekati mereka, salah salah bisa di cakar, hahhaha nanti malah bisa pindah obyek fotonya di rumah sakit, heheheh 😛

Kalau saya biasanya memakai Nikkor 55-200 dan 70-300mm ya lumayan lah buat pemula kayak saya, kalau ada dana lebih boleh lah naikin yang punya panjang lensa sd 400 / 600mm ( ini sih udah professional), tapi memang kalau mau maksain bisa saja nambah dengan tele converter atau tele extender yang bisa membuat panjang lensanya seolah olah lebih dari 1x, bisa 1,5 atau bahkan 2x. Cara pasangnya converter ini dipasang diantara lensa kita yang asli dan body kamera kita dan wallaaaaaaaaaa udah jadi nambah panjang lensa nya 😀

Harganya gak terlalu mahal kalau dibandingkan dengan lensa yang asli hehehe, jauh banget perbandingannya. Kalau lensa asli dengan panjang 400mm anda mesti merogoh kocek diatas 11 juta rupiah lebih, yang tele converternya bisa 1/3 nya atau bahkan 1/10 nya. Lumayan lah ngiriit yang penting hasilnya mak yozzz gak kalah sama fotographer professional.

Edy Susanto|IT Konsultan
Visit Website
  • Edy Susanto Has Completed Training |CISA|CISM|RHCA|RHCE|CWNA|CWNE|CISSP|ISSEP|VCP DV|CEH|ECSA|CSSA|HEROWARE|SURELINE|QLIKVIEW|ITILv3|COBIT5|CSSGB|CTFL|OSCP|Lean Management |
  • Attenzione ! Attention !

    Segala yang artikel yang saya tulis ditujukan dalam rangka pembelajaran, mohon digunakan sebijaksana mungkin. Saya tidak bertanggung jawab apabila ada artikel yang disalah gunakan untuk kepentingan diluar mencerdaskan kehidupan bangsa.