Design for Six Sigma ( DFSS)

Design for Six Sigma ( DFSS) memastikan bahwa produk baru atau service baru memenuhi standar kebutuhan user dimana proses yang diolah dengan six sigma menggunakan tool semacam QFD dan FMEA.

DFSS digunakan untuk :

  • Mengenalkan produk baru atau layanan baru, atau bisa juga sebuah kategori baru dalam produk atau jasa yang sudah ada.
  • Meningkatkan kualitas dar produk atau jasa
  • Menambahkan satu bentuk layanan didalam produk atau jasa yang sudah ada.

Dua ( 2 ) bagian besar dalam DFSS adalah IDOV and DMADV ( lihat bagan dibawah)

Adapun perbedaan dari IDOV dan DMADV adalah sebagai berikut :

bag1

IDOV :

  1. Dapat digunakan untuk mendesain produk baru & jasa baru.
  2. Satu tambahan process baru dibentuk.
  3. Desainnya megacu ./ mengikuti standar yang sudah mengidentifikasi kebutuhan pelanggan

DMADV :

  1. Dapat digunakan untuk mendesain baik produk baru ataupun produk / jasa yang sudah ada ( existing).
  2. Proses yang sudah ada kemudian di re desain kembali
  3. Desain proses akan muncuk setelah kebutuhan dan analisa dari produk / jasa yang sudah ada di definisikan.

Nah sekarang kita bahas DFSS tools nya, salah satu contohnya adalah QFD ( Quality Function Development yaitu satu proses sistematik untuk mengetahui kebutuhan pelanggan dan kemudian merubahnya menjadi satu set desain. QFD membantuk suatu organisasi untuk mengetahui mana kebutuhan user yang paling penting, dan menentukan kekuatan dan kelemahan dan dimana focus harus diletakkan.

Didalam QFD adalah penting untuk menanyakan pertanyaan yang relevan dan berhubungan dengan data, serta mengindetiikasikan set parameter yang critical untuk mendesain produk.

Tools yang kedua dalam DFSS adalah FMEA ( Failure Model and Effect Analysis), ini adalah sebuah tool yang mempunyai sifat untuk mencegah, tools ini akan membantuk mengindetifikasikan perangkap potensial yang muncul di semua level bisnis.

FMEA membantu untuk mengidentifikasi :

Kegagalan suatu model atau produk atau layanan dan kemudian memberikan prioritas kepada hal tersebut.

Mendeteksi kemungkinan efek  kepada customer bila terjadi suatu kegagalan.

Area kritis dalam system

Sebenarnya ada dua ( 2) FMEA yaitu PFMEA dan DFMEA, adapun perbedaan bisa dilihat dalam bagan dibawah ini.bag2

Demikian share untuk kesempatan kali ini.

Salam Share!

www.edysusanto.com

Edy Susanto|IT Konsultan
Visit Website
  • Edy Susanto Has Completed Training | CISA | CISM| RHCSA | RHCE | CWNA | CWNE | CISSP | ISSEP | VCP DV | CEH | ECSA | CSSA | HEROWARE | SURELINE | QLIKVIEW | ITILv3 | COBIT5 | CSSGB | CTFL | OSCP | Lean Management |CWTS