CTFL Series : Fundamental of Sofware Testing

pitch-1Rekan rekan semua, tentunya tidak asing mengenai yang namanya aplikasi /perangkat lunak. Dalam kerangka standar pembangunan suatu software ada yang dikenal dengan CTFL yaitu Certified Testing Foundation Level , suatu level sertifikasi yang khusus membahas bagaimana cara melakukan test terhadap suatu aplikasi yang dibangun, kualifikasi apa saja , dll dengan tujuan software yang di develop bisa seminimal mungkin ada bug nya.

ISTQB adalah International Sofware Testing Qualification Board, sebuah lembaga non profit yang dididirikan di Belgia , memiliki 47 anggota dari berbagai Negara.

Visi dari ISTQB adalah mencetak tenaga ahli pengetestan ( software) melalui sertifikasi software testing yang secara standar dapat diterima diseluruh dunia, dengan didasarkan pada dasar dasar professional.

Pada level pertama / foundation ditujukan untuk semua orang yang terkait dengan software testing. Dalam pada ini termasuk seorang tester, analyst, test engineer, consultant, test manager, user acceptance tester, dan para developer software. Termasuk pula disini orang orang yang ingin mengetahui dasar dasar pengetestan software, misalnya project manager, quality manager, software development manager, bisnis analyst, IT director dll.

Nah setelah saya awali dengan sekilas landasan software testing, kini saya mau masuk menyinggung mengenai software test itu sendiri.

Aplikasi aplikasi sudah menjadi bagian dari hidup kita sehari hari, sekecil apapun pasti menggunakan aplikasi , misalnya internet banking, sms banking, aplikasi pemanggil taksi, GPS, pemanggil ojek , game dan bejibun contoh lainnya. Bila saja suatu aplikasi tidak berjalan entah karena memang ada defect nya, atau mungkin malah di hack oleh orang lain resiko nya adalah potential lost baik uang, waktu, tenaga, bahkan bisa jadi nyawa juga bisa bisa ilang juga. Anda bisa bayangkan kalau seandainya aplikasi lalu lintas ATC mengalami gangguan, bisa bisa tabrakan pesawat terjadi.

Okay sebenarnya ada mengacu pada CTFL, ada beberapa gangguan umum penyebab software defects , yaitu :

  • Minimalnya dokumentasi dari aplikasi itu , sehingga menimbulkan ketidak tahuan, cara pakai dan kesalahan pemakaian.
  • Tidak cukupnya waktu pada saat development.
  • Algoritma code yang sangat kompleks
  • Kekurang ahli an dalam mendevelop aplikasi
  • Keterbatasan bahasa pemrograman

Oleh karena itu diperlukan suatu test sebelum produk itu bisa diluncurkan dan dipakai secara luas, ini berhubungan dengan masalah kualitas software, dimana kualitas dari software seharusnya memenuhi beberapa hal berikut ini :

  • Memiliki standar maksimum defect yang boleh ada.
  • Bisa di lakaukan pada waktu dan dana yang sudah tersedia
  • Memenuhi kebutuhan dan harapan.
  • Mudah di maintenance

Testing membantu quality dalam kaitan nya terhadap hal hal dibawah ini :

  • Jumlah defect yang di temukan
  • Non fungsional attributes misalnya realibilty, security, performance dll
  • Jadi kalau boleh kita summary tujuan utama dari software testing adalah :
  • Menemukan defects
  • Mendapatkan kepercayaan pada level kualitas dari software yang dibangun, maksudnya kita akan tahu sendiri seberapa bagus aplikasi yang kita bangun tersebut.
  • Menyediakan informasi untuk proses pengambilan keputusan
  • Pencegahan defects

Demikan sharing saya pada hari ini, keep tune in http://edysusanto.com for more IT sharing.

Edy Susanto|IT Konsultan
Visit Website
  • Edy Susanto Has Completed Training | CISA | CISM| RHCSA | RHCE | CWNA | CWNE | CISSP | ISSEP | VCP DV | CEH | ECSA | CSSA | HEROWARE | SURELINE | QLIKVIEW | ITILv3 | COBIT5 | CSSGB | CTFL | OSCP | Lean Management |CWTS